Prinsip Pendidikan Islam

Prinsip Pendidikan Islam

Prinsip Pendidikan Islam

Kpps – Kaum muslimin meyakini bahwa Islam telah mengatur segala aspek dalam kehidupan manusia, termasuk di dalamnya tentang pendidikan. Bahkan, pendidikan diyakini sebagai salah satu  pokok terpenting dalam Islam, mengingat bahwa wahyu pertama yang diturukan kepada Nabi Muhammad SAW adalah perintah untuk membaca (Iqra’). Oleh karena itu, penting untuk merumuskan prinsip-prinsip pendidikan Islam. Artikel ini akan membahas tentang prinsip pendidikan Islam, dengan harapan semoga  mampu menjadi sumbangsih bagi khazanah  keilmuan kita.

Setiap Orang Harus Belajar

Bermulanya pendidikan diyakini sejak diajarinya Adam A.S. tentang istilah-istilah (asma’). Bahkan saat penciptaan Adam tersebut Allah menggunakan nama Rabb yang lebih memiliki nuansa akademis dibandingkan dengan Malik atau Ilah (merujuk pada rububiyah, mulkiyah, dan uluhiyah). Selain itu hadits jelas mengisyaratkan bahwa menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun perempuan (tholabul ‘ilmi fariidhotun ‘alaa kulli muslimin wa muslimatin). Allah sendiri sudah menjamin di dalam al-Qur’an bahwa orang-orang yang beriman dan berilmu akan diangkat beberapa derajat. Karena itu prinsip pendidikan Islam adalah setiap orang wajib menuntut ilmu.

Pendidikan Sejak Dini dan Pendidikan Sepanjang Hayat

Bagi manusia, proses pendidikan sudah dimulaikan sejak mulai ditiupkannya ruh di dalam kandungan dengan diambilnya sebuah janji tentang ketauhidan. Karena itu sejak bayi masih dalam kandungan, disarankan bagi sang ibu untuk mendengarkan, mengucapkan, dan berperilaku yang baik. Jika dalam pandangan bangsa Barat, janin agar banyak diperdengarkan musik klasik, maka dalam prinsip pendidikan Islam ini, kaum muslimin lebih disarankan untuk memperdengarkan murottal Qur’an kepada janin tersebut.

Selain itu, kaum muslimin diperintahkan untuk belajar sepanjang hayat (uthlubil ‘ilma minal mahdi ilal lahdi). Perintah untuk menuntut ilmu adalah sejak dari buaian hingga liang lahat. Oleh karena itu, selama nafas masih dikandung badan, seorang muslim tidak boleh berhenti untuk belajar. Prinsip pendidikan islam ini serupa dengan istilah long life education dalam pandangan bangsa Barat.

Non-Sekuler

Berbeda dengan banyak pendapat dari sarjana Barat yang mendukung sekulerisme, termasuk dalam keilmuan, prinsip pendidikan Islam meyakini bahwa semua ilmu merupakan milik Allah. Karena itu tidak ada ilmu dunia atau ilmu akhirat, keduanya adalah ilmu Allah yang harus diamalkan di dunia agar mampu menjadi syafaat bagi pemiliknya di akhirat. Maka, setiap muslim diperbolehkan mempelajaran semua cabang ilmu, dengan tetap berpegang teguh kepada aqidah dan tauhid.

Karakter adalah Tujuan Utama

Tidak ada keraguan di kalangan muslimin bahwa Nabi Muhammad SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak. Oleh karena itu, dalam prinsip pendidikan Islam, karakter atau akhlak memiliki porsi yang sangat penting. Bahkan jauh lebih penting dibanding ilmu. Maka para ilmuwan dan fuqaha islam, seringkali sebelum belajar tentang ilmu, mereka belajar dulu tentang adab. Sehingga ketika menjadi  seorang berilmu, mereka dapat membawa maslahat, dan bukan maksiat.

Mendidik Sesuai Perkembangan Anak

Dalam mendidik anak, prinsip pendidikan Islam membaginya ke dalam 3 tahap: raja, budak, dan teman setara. Di awal, anak diperlakukan seperti raja. Menginjak tahap selanjutnya, anak perlu mendapatkan perintah dengan jelas, dan kalau perlu agak dipaksa, seperti budak. Tahap setelahnya, anak perlu diperlakukan sebagai teman diskusi, dimengerti dan dihargai pemikiran dan pendapatnya. Masalah yang terjadi terhadap anak seringkali akibat lalai dalam menentukan dan menerapkan tahap-tahap pendidikan ini.

Menyampaikan dengan Bahasa Kaum

Seorang rasul yang diutus ke suatu kaum, hendaklah menyampaikan risalahnya menggunakan bahasa kaumnya. Maka prinsip pendidikan Islam adalah menggunakan bahasa yang dapat dipahami oleh peserta didik. Prinsip inilah yang juga digunakan oleh walisongo untuk berdakwah sehingga mendapat sambutan yang sangat positif dari masyarakat kala itu. Sayangnya, prinsip ini di pedesaan kadang dipegang terlalu kuat sehingga khutbah Jum’at seringkali disampaikan masih dengan bahasa daerah, sementara para pemuda generasi milenial ini sudah mulai gagap menggunakan bahasa daerah, apalagi yang memiliki tingkatan kehalusan bahasa.

Mendidik dengan Teladan

Sangat jelas bagaiamana ilustrasi sikap Allah terhadap orang yang hanya berkata tapi tidak melakukan apa yang ia katakan. Allah menyatakan betapa amat besar kebencian-Nya bagi orang seperti itu. Maka dalam prinsip pendidikan Islam, cara mendidik pertama kali adalah dengan teladan. Bahkan Allah secara jelas menyatakan agar kaum muslim mencontoh pribadi Rasululllah SAW, karena pada diri beliau terdapat suri teladan yang baik.

Ucapan yang Baik dan Diskusi yang Bijak

Perintah dakwah diberikan dengan petunjuk untuk disampaikan secara baik-baik, tanpa penghinaan, dan ajakan untuk berdiskusi dengan baik. Karena itu, dalam prinsip pendidikan Islam, pendidikan hendaknya disampaikan dengan sikap, ucapan, dan cara yang bijak. Sungguh menyedihkan jika sesuatu yang benar justru menjadi ditolak karena cara-cara menyampaikannya yang tidak tepat. Maka, belajar tentang metodologi pendidikan juga perlu bagi seorang praktisi pendidikan.

Masih banyak sebenarnya prinsip pendidikan Islam yang lain, namun karena terbatasnya ruang tulis ini, tidak mungkin untuk membahas semuannya. Apalagi jika harus dibahas secara detail. Karena itu, kitab suci kaum muslimin selalu layak untuk digali terus-menerus. Karena ilmu Allah tidak akan pernah habis, bahkan andai ditulis dengan tinta sebanyak 7 lautan dikali lipatnya.

Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *