Pendidikan TIK Penting Atau Tidak Untuk Generasi Milenial Saat Ini?

Pendidikan TIK Penting Atau Tidak Untuk Generasi Milenial Saat Ini?

Pendidikan TIK Penting Atau Tidak Untuk Generasi Milenial Saat Ini?

KPPS – Seperti yang kita tahu bahwa Indonesia beberapa kali mengadaptasi sistem pendidikan dari luar. Ini yang kerap kali mengakibatkan seringnya kurikulum yang dianut sekolah berubah-ubah. Terakhir, kurikulum kembali diubah pada tahun 2018 yang lalu. Kurikulum yang dipakai sekarang ini adalah kurikulum 2013. Hal ini menyebabkan adanya penambahan mata pelajaran sehingga menyederhanakan kurikulum. Maka dari itu, diharuskan adanya penghapusan di mata pelajaran yang lain. Kondisi ini membuat pemerintah mengambil keputusan untuk menghilangkan pendidikan TIK.

Awalnya, pendidikan TIK ini hanya merupakan salah satu pelajaran tambahan saja atau muatan lokal. Ini disebabkan tidak semua sekolah mempunyai laboraturium komputer. Semakin berubahnya kurikulum, pendidikan ini memasuki mata pelajaran yang harus diajarkan. Menjadi salah satu alasan seperti saat masih dalam muatan lokal, TIK resmi dihilangkan dari kurikulum 2013.

TIK sendiri singkatan dari Teknologi, Informasi, dan Komunikasi. Dari namanya saja, tentu kita tahu bahwa pendidikan tidak melulu soal komputer. Dalam pendidikan TIK ini, juga mempelajari tentang teknologi lain yang juga dapat menghasilkan informasi dan berfungsi untuk komunikasi. Terlebih di era milenial seperti ini, yang segala bidang sudah menggunakan teknologi. Sebab inilah seharusnya pelajar juga didukung dengan pengetahuan formal tentang teknologi, informasi dan komunikasi.

Lalu, apa alasannya pemerintah menghapus pendidikan TIK ini dalam peredaran kurikulum 2013 saat ini?

Ada banyak alasan yang diberikan pemerintah dengan penghapusan pendidikan TIK. berikut ini beberapa alasan tersebut. Alasan pertama yang dipaparkan adalah karena bahkan anak jenjang TK dan SD sudah dapat menggunakan internet. Inilah menjadi momok utama penghilangan pendidikan TIK. Sebabnya, karena mayoritas anak di atas tiga tahun sudah dapat mengotak-atik ponsel.

Kedua, kurikulum 2013 adalah kurikulum berbasis komputer. Otomatis semua mata pelajaran terintegrasi dengan komputer. Itulah alasan pendidikan TIK bukanlah termasuk pelajaran yang khusus diajarkan.

Pendidikan TIK Penting Atau Tidak Untuk Generasi Milenial Saat Ini?

Ketiga, tidak semua sekolah dialiri listrik dan memiliki laboraturium komputer. Pemerintah memaparkan bahwa jika pendidikan TIK tetap diadakan maka itu sama saja mendiskriminasi sekolah-sekolah di daerah terpencil yang belum dialiri listrik. Selain itu, untuk menyediakan fasilitas laboraturium komputer bagi sekolah tentu memerlukan dana yang tidak sedikit.

Alasan lainnya pendidikan TIK harus dihilangkan dari peradaban kurikulum adalah memicu kemerosotan moral. Selain untuk penyederhanaan kurikulum, sulitnya mencari pengajar kompeten dan rumitnya pembuatan kurikulum juga menjadi alasannya. Terakhir, komputer yang dapat dipelajari secara otodidak sehingga tidak terlalu perlu tutor dalam mempelajarinya.

Lalu, adakah dampak dari penghilangan pendidikan TIK tersebut?

Segala sesuatu tentu menghasilkan dampak, baik itu dampak positif maupun negatif. Begitu pula dengan penghapusan pendidikan TIK itu memiliki dampak tersendiri. Berikut inilah dampak tersebut.

Dampak pertama yang terasa akibat dari dihilangkannya pendidikan TIK dalam kurikulum adalah siswa tidak mengetahui cara memanfaatkan TIK dengan baik dan benar serta etika dalam penggunaan TIK. Hal ini yang tidak akan didapat jika kita belajar TIK secara otodidak. Selain itu, generasi milenial saat ini mayoritas hanya dapat memaikai jejaring sosial dan games saja. Sedangkan, TIK ini mencakup segala teknologi dari segala bidang. Terlebih jika pengguna teknologi dan internet tidak mengetahui kode etik dalam berbahasa di jejaring sosial sehingga menyalahi UU ITE yang ada. Ketidaktahuan inilah yang memicu merosotnya moral pengguna teknologi hingga memicu masalah lebih besar.

Bukan hanya itu, meskipun pendidikan sekarang berbasis komputer, tapi literasi yang diajarkan pada pendidikan TIK berbeda dengan pendidikan lainnya. Pada pelajaran selain TIK, komputer hanya berfungsi sebagai alat bantu mempermudahkan dalam mengajar. TIK bukanlah hanya sebatas aplikasi pengolah kata yang dapat diintegrasikan dengan pelajaran bahasa indonesia. Bukan juga sebatas aplikasi pengolah angka yang terintegrasi pelajaran matematika dan akuntansi. TIK lebih luas cakupannya dari itu semua.

Dampak lainnya adalah menganggurnya guru TIK akibat dihapuskannya pendidikan TIK. Bisa juga guru TIK beralih mengajar pelajaran lain yang tidak terlalu dikuasainya sehingga hasilnya kurang maksimal. Selain itu, kondisi menambah pekerjaan guru mata pelajaran yang teringrasi dengan TIK. Ini dikarenakan jika diharuskan menggunakan alat bantu komputer dalam pembelajaran dan ada dari siswa belum mengerti maka guru harus menjelaskannya dari awal. Hal ini tentu tidak efisien dalam waktu juga.

Dampak lain dari menghilangnya pendidikan TIK adalah sulitnya menggali keterampilan dan kreativitas dalam bidang TIK. sedangkan kelak dalam dunia kerja, keterampilan inilah yang diutamakan.

Dari alasan dan dampak yang diperoleh dengan menghilangnya pendidikan TIK ini dapat disimpulkan bahwa TIK ini tetap penting dalam kehidupan kita meskipun dengan keterbatasan fasilitas. Sekarang juga sudah banyak tempat pelatihan di luar sekolah yang mempelajari TIK, terutama multimedia. Jika kalian berminat maka daftarlah ke pelatihan TIK yang diminati.

Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *